home about us products catalogue my cart news contacts
TEKEP ISOLATOR

BERSIH KUNCI SUKSES PEMASANGAN
TEKEP ISOLATOR
Oleh : Dr. Ir, I Wayan Jondra, M.Si.
(PJT PT. Adi Putra)

A. Latar Belakang
Saat ini Indonesia sebagai bagian dari negara-negara di dunia, tidak dapat menghindar dari globalisasi. Globalisasi yang bercirikan pemanfaatan teknologi dalam menyebarkan kebudayaan/peradaban di masing-masing negara. Untuk mampu bersaing di era global ini Indonesia hendaknya mampu memenuhi realitas formal. Realitas formal terdiri atas tiga hal : (a) kepastian dan terukur (b) effesiensi dan (c) mekanisasi. Realitas formal akan mampu tercapai apabila suatu negara menguasai teknologi dan komunikasi.
Sebagian besar barang-barang berteknologi saat ini tidak bisa dilepaskan dari listrik. Ketersediaan energi listrik yang memadai dan handal saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang penting. Tanpa listrik yang handal akan berdampak pada perekonomian. Sudah menjadi kewajiban bagi PLN menyediakan listrik yang handal. Dalam meningkatkan kehandalan energi listrik, tentu mengurangi pemadaman menjadi suatu hal yang sangat strategis. Perang Padam yang ditabuh selama ini oleh PLN perlu mendapat support dari seluruh rakyat Indonesia.
Support tersebut menyangkut hal-hal teknis dan non teknis. Misalnya secara teknis untuk mengatasi gangguan pada sistem jaringan tegangan menengah sudah dilakukan dengan mengganti peghantar A3C dengan kabel A3CS. Kabel A3CS merupakan penghantar A3C yg berisolasi. Isolasi kabel A3CS memiliki ketahanan islolasi, sampai dengan 6 KV. Secara komposisi bahan memang terjadi perbedaan antara A3C dengan A3CS. Perbedaan terutama terjadi dalam sisi isolasi, selanjutnya adanya vaselin pada A3C sedangkan dalam A3CS vaselin tidak ada. Tentu hal ini menimbulkan masalah bagi kabel A3CS, terutama terjadinya korosi di dalam kabel. Perlunya penanganan khusus pada saat menempatkan kabel A3CS pada isolator, sebab salah penanganan akan dapat merusak isolasi kabel A3CS tersebut dan penghantar A3CS.
Dalam upaya menunjang pemasangan dan perlakuan A3CS sesuai dengan spesifikasi bahan, saat ini sudah ada sebuah produk asesoris A3CS yang diberi nama Tekep Isolator. Tekep Isolator merupakan sebuah asesoris A3CS yang berfungsi menggantikan distribution tee (bending wire). Tekep isolator diproduksi oleh perusahaan milik anggota APEI yaitu PT. Adi Putra, informasi lebih detail tentang produk ini dapat diakses di http://adiputra.co.id/tekep%20isolator.htm. Asesoris ini akan berfungsi dengan baik apabila diimplementasikan dengan cara yang tepat.


B. Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi di lapangan adalah sebagai berikut :
1. Apa yang dampak mekanis penggunaan distribution tie atau aluminium bending wire, terhadap isolasi kabel?
2. Permasalahan Elektris yang ditemui di lapangan terhadap pemasangan A3CS?
3. Apa dampak dari pengoperasian A3CS tanpa menggunakan asesoris yang memadai?
4. Apa fungsi tekep isolator tersebut?
5. Bagaimana cara pemasangannya?


C. Tekep Isolator dan Cara Pemasangannya
1. Dampak Mekanis Penggunaan Distribution Tie atau Aluminium Bending Wire
Penggunaan Distribution Tie atau Aluminium Bending Wire mengakibatkan terjadinya gesekan antara isolasi pengghantar dengan Distribution Tie atau Aluminium Bending Wire, gesekan yang terlalu lama ini akan mengakibatkan kerusakan mekanis pada isolasi penghantar seperti yang ditunjukkan dalam gambar 1 berikut ini.



Gambar 1. Kerusakan akibat penggunaan

2. Permasalahan Elektris Yang Ditemui di Lapangan terhadap A3CS
Secara elektris dilapangan ditemui berbagai permasalahan elektris sebagai berikut :
a. Terjadinya flashover dari penghantar A3CS terhadap partikel debu yang menempel pada bagian atas pinpost/linepost isolator. Kejadian ini dapat merusak struktur isolasi A3CS, dan bahkan dapat mengakibatkan kabel A3CS putus di dalam
b. Terjadinya efek trafo pada distribution tie atau aluminium bending wire, sehingga terjadi panas yang brelebihan pada bagian kabel yang ditumpu oleh isolator.

3. Dampak Pengopersian A3CS Tanpa Asesoris yang Memadai
a. Isolasi jaringan gagal, karena terjadinya kerusakan isolate akibat panas flashover, maupun kerusakan isolasi akibat kerusakan mekanis yang ditimbulkan oleh gesekan antara bending wire dengan isolasi penghantar. Dengan demikian jaringan tidak akan aman dari gangguan temporer dari binatang, pohon, dan layang-layang.
b. Penghantar Putus di Dalam Isolasi, akibat terjadinya flashover yang berkepanjangan, sehingga seperti terjadi pemotongan penghantar dengan las listrik. Sering kali kerusakan seperti ini tidak terlihat dari bawah secara visual, sehingga sulit dideteksi lokasi kabel putus.
c. SAIDI dan SAIFI tidak tercapai, dengan adanya gangguan penghantar putus di dalam akan terjadi padam 1 pahasa atau lebih. Kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya gangguan padam. Sulitnya mendeteksi bagian penghantar yang putus mengakibatkan waktu padam menjadi panjang, tentu hal ini mengakibatkan SAIDI (System Average Interruption Duration Index) menjadi tinggi. Gangguan penghantar A3CS putus bukan suatu gangguan yang sekali dua kali, tetapi sangat sering, sehingga SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) menjadi sering kali atau tinggi frekwensi padamnya.
d. Energi Tidak Terjual, jika terjadi gangguan dan pemadaman tentu konsumen tidak dapat memanfaatkan listrik, dan PLN tidak mampu menjual energy listriknya kepada pelanggan.
e. Losis, akibat terjadinya flashover pada isolator tumpu. Flashover ini menimbulkan losis diakibatkan oleh dua hal yaitu panas akbat flashover dan energy parsial discharge. Panas yang timbul akan mengakibatkan temperature penghatar meningkat, peningkatan temperature penghantar meningkat maka tahanan dalam penghantar juga akan meningkat, sehingga rugi tegangan akan meningkat, yang berujung pada rugi daya, dan rugi energy listrik. Parsial discharge mengakibatkan terjadinya daya dan energy listrik, karena sebagian energy listrik yang diproduksi dibuang percuma ke bumi.
f. Kerusakan Isolator, parsial discharge yang berkepanjangan mengakibatkan cacat pada permukaan isolator dan temperature isolator akan meningkat. Kondisi ini tentu mengakibatkan umur isolator akan menjadi pendek, karena mengalami panas yang berlebihan.
g. Kecemasan, dialami oleh masyarakat di sekitar penghantar yang mengalami parsial discharge, karena mereka khawatir sewaktu-waktu penghantar akan putus akibat terjadinya efek las listrik.

4. Fungsi Tekep Isolator
Tekep Isolator adalah sebuah komponen jaringan distribusi saluran udara tegangan menengah (SUTM). Tekep isolator merupakan komponen pengganti distribution tee yang berfungsi untuk mengikatkan penghantar A3CS pada isolator tumpu.
KELEBIHAN TEKEP ISOLATOR DIBANDINGKAN DENGAN DISTRIBUTION TIE :
a. Ketika dipasang dalam waktu lama, tekep isolator tidak merusak isolasi kabel.
b. Berfungsi ganda, disamping sebagai pengikat penghantar terhadap isolator, juga berfungsi sebagi pelindung kepala isolator dari partikel debu.
c. Berfungsi untuk menanggulangi terjadinya flashover dari penghantar kepada partikel debu, yang lama-kelamaan dapat memutuskan penghantar A3CS.
d. Tidak menimbulkan efek trafo pada penghatar.
e. Pemasangan dan pembukaan dapat dilakukan dengan mudah karena pengikatan menggunakan sabuk.
f. Tekep isolator terbuat dari bahan plastik yang kuat dengan ketahanan temperatur sampai dengan 1600 C. sedangkan sabuknya terbuat dari bahan plastik yang memiliki ketahanan temperatur sampai dengan 2000 C.


Gambar 2. Tekep isolator


6. Cara pemasangannya adalah sebagai berikut :
a. Bersihkan Penghantar dan Isolator, ini merupakan KUNCI SUKSES (Gambar 3). Pembersihan ini hendaknya dilakukan dengan baik dengan menggunakan lap silicone, ataupun dengan menggunakan cairan seperti alcohol, dan lain sebagainya agar permukaan bagian atas isolator menjadi bersih. Pembersihan isolator hendaknya jangan menggunakan bahan yang dapat merusak permukaan isolator seperti frostek, HCL dan lain sebagainya. Jika isolator tidak bersih dipasangin tekep isolator, maka ibarat menutup luka yang masih penuh dengan kuman.
b. Potong stoper sesuai dengan ukuran isolator (Gambar 4)
c. Renggangkan stoper dan kupingan sehingga mudah dipasang pada penghantar di atas tiang.
d. Pasangkan tekep isolator secara sempurna di atas kepala isolator(Gambar 5).
e. Ikat tekep isolator dengan bodi isolator dengan sabuk panjang pada arah horisontal. Sedangkan sabuk pendelk dipasang secara vertikal. (Gambar 6).
f. Setelah selesai pemasangan sabuk, bagian sabuk yang kepanjangan dipotong dengan tujuan mengamankan isolator akibat adanya kotoran, selanjutnya sabuk dikencangkan dengan alat tee gun. (Gambar 7)

Home | About Us | Products | Services | Support | News | Contact Us
Copyright © Adi Putra